BukuBooks
2025 BukuBooks Penulis UtamaFirst Author

Literasi Kritis dan Pedadogi Multiliterasi: Integrasi Etika dan Nilai Moral dalam Pembelajaran [Critical Literacy and Multiliteracies Pedagogy: Integrating Ethics and Moral Values in Learning]

Parlindungan, F., Rifai, I., Syahputri, V. N., & Nuthihar, R.

Rajagrafindo Persada

RingkasanAbstract

Rendahnya kompetensi literasi siswa di Indonesia merupakan salah satu tantangan dunia pendidikan yang harus mendapat perhatian serius. Kompetensi literasi yang meliputi membaca, menulis, dan berpikir kritis sangat penting untuk membangun karakter individu yang tangguh, mandiri, dan berwawasan luas. Kompetensi literasi sangat dibutuhkan dalam menyiapkan generasi Indonesia dalam menghadapi hantaman teknologi yang begitu pesat, ketidakpastian geopolitik, hingga ancaman krisis lingkungan yang semakin nyata.

Sayangnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak siswa di Indonesia masih berada pada level literasi yang rendah, baik dalam pemahaman bacaan maupun kemampuan mengaplikasikan informasi untuk memecahkan masalah sehari-hari. Hal ini tidak hanya berdampak pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang diperlukan untuk menghadapi kompleksitas kehidupan di era modern.

Buku ini merupakan hasil penelitian yang membahas efektivitas implementasi pendekatan literasi kritis dan pedagogi multiliterasi dalam pembelajaran. Kami mengupas bagaimana literasi harus dilihat dalam perspektif yang lebih luas, yaitu strategi yang dapat menghubungkan rasa, meluaskan imaginasi, menumbuhkan kesenangan, mengkritik, dan lain sebagainya. Dalam konteks pembelajaran, literasi dapat menjadi pondasi dalam merespon persoalan lokal dan global, khususnya untuk memitigasi intoleransi, diskriminasi, dan berbagai bentuk kekerasan intitutusional, simbolik, sosial, maupun historis.

The low level of students' literacy competence in Indonesia remains a significant challenge for the national education system and calls for sustained scholarly and policy attention. Literacy competence, encompassing reading, writing, and critical thinking, is fundamental to developing resilient, independent, and socially responsible individuals. These competencies are increasingly essential for preparing future generations to navigate rapid technological transformation, geopolitical uncertainty, and the growing threat of global environmental crises.

Despite various educational reforms, empirical evidence consistently indicates that many Indonesian students continue to exhibit limited literacy proficiency, particularly in reading comprehension and the ability to critically evaluate and apply information to solve authentic, real-world problems. Such limitations not only constrain academic achievement but also impede the development of the critical awareness and character necessary for active participation in an increasingly complex and interconnected society.

This book presents the findings of a research project investigating the effectiveness of implementing critical literacy and multiliteracies pedagogy in educational settings. The study conceptualizes literacy as a multidimensional and transformative practice that extends beyond functional reading and writing to include emotional engagement, imagination, creativity, critical reflection, and social participation. From this perspective, literacy functions as a pedagogical foundation for enabling learners to critically engage with local and global issues while fostering democratic values and social justice. Furthermore, the findings demonstrate the potential of critical literacy and multiliteracies pedagogy to contribute to mitigating intolerance, discrimination, and various forms of institutional, symbolic, social, and historical violence. The book therefore offers both theoretical insights and practical implications for educators, researchers, and policymakers seeking to strengthen literacy education and character development in the twenty-first century.