BukuBooks
2024 BukuBooks Penulis PendampingCo-Author

Putri, Angpau, dan Topi Duka: Dialog tentang Gender, Disabilitas, dan Keberagaman dari Ruang Kelas [Princesses, Red Envelopes, and Mourning Hats: A Dialogue on Gender, Disability, and Diversity from the Classroom]

Durriyah, T. L., Dewayani, S., Parlindungan, F., & Silvhiany, S.

Rajagrafindo Persada

RingkasanAbstract

Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, literasi memiliki peran yang lebih luas—bukan hanya soal membaca dan menulis, tapi juga tentang memahami dunia, menghargai keberagaman, dan menumbuhkan empati. Buku-buku anak seperti Aku suka caramu, Jangan Sedih Bujang, dan Topi Jena menjadi lumbung subur bagi para pendidik untuk menggunakan cerita bertema keberagaman sebagai alat untuk membentuk siswa yang berpikir kritis, peka sosial, dan berwawasan luas.

Melalui pengalaman tiga guru—Bu Nadya, Pak Irsa, dan Pak Yadi—buku ini disusun untuk menunjukkan bagaimana buku anak dapat menjadi sarana untuk mengeksplorasi topik-topik penting seperti peran gender, disabilitas, dan keberagaman budaya. Ketiga guru ini memanfaatkan buku fiksi dan nonfiksi untuk menciptakan ruang kelas yang inklusif, di mana setiap siswa merasa didengar dan dihargai.

Dengan contoh-contoh strategi berbasis penelitian dan praktik nyata di kelas, buku ini memberikan rujukan praktik baik dan berbasis riset bagi para guru yang ingin mengintegrasikan buku anak ke dalam pengajaran, sekaligus mendorong siswa untuk berpikir lebih mendalam dan kritis. Buku ini mengajak para pendidik menjadi agen perubahan, membantu siswa menghubungkan cerita yang mereka baca cerita yang mereka baca dengan realitas hidup mereka.

Bagi guru berpengalaman atau baru memulai karier, buku ini akan memberikan inspirasi dan strategi untuk menciptakan kelas yang lebih inklusif, penuh empati, dan memberdayakan.

In today's rapidly evolving educational landscape, literacy extends far beyond the ability to read and write. It encompasses the capacity to interpret the world, appreciate diversity, cultivate empathy, and engage critically with social realities. Children's literature—including Aku Suka Caramu, Jangan Sedih Bujang, and Topi Jena—offers rich opportunities for educators to use stories about diversity as pedagogical tools for fostering critical thinking, social awareness, and global perspectives among young learners.

Drawing on the classroom experiences of three teachers—Bu Nadya, Pak Irsa, and Pak Yadi—this book demonstrates how children's literature can facilitate meaningful discussions of complex social issues, including gender roles, disability, and cultural diversity. Through the thoughtful integration of both fiction and nonfiction texts, these teachers create inclusive learning environments in which every student is encouraged to participate, express their perspectives, and feel valued.

Grounded in empirical research and authentic classroom practice, the book presents evidence-informed strategies for integrating children's literature into literacy instruction while promoting critical inquiry and reflective dialogue. It illustrates how literary texts can help students connect the stories they read with their own lived experiences and broader social contexts, thereby fostering empathy, intercultural understanding, and critical literacy.

Designed for both novice and experienced educators, this book serves as a practical and research-informed resource for creating inclusive, equitable, and empowering classrooms. It invites teachers to embrace their role as agents of educational and social change by using children's literature to nurture learners who are critically engaged, compassionate, and prepared to participate in diverse democratic societies.